Selasa, 01 Juni 2010

Your heart is my home...:)


Rumah...sebuah bangunan yang dibuat untuk sekumpulan orang yang disebut keluarga tinggal didalamnya...

“there’s no place like home...”

Awalnya, kata itu mulai muncul, saat SMA, ketika aku mulai sering bepergian keluar rumah bersama teman2, nginap ditempat teman, ikut camping di sekolah, naik gunung, dll. Ketika itu, aku hanya berpikir bahwa, lebih baik di rumah, bisa tidur sepuarnya, makan sepuasnya, ngelakuin apa aja, bisa ketemu mama dan papa... setiap jauh dari mereka aku selalu bilang “hmmph...there’s no place like home, aku pengen cepat-cepat pulang”

Hmmmhmm...ketemu mama dan papa...

Aku pun mulai berpikir kembali, ketika kenyataan berkata lain... sekarang orang tuaku, kedua-duanya sudah tidak ada lagi... so, masihkah aku bisa berkata “there’s no place like home” dengan alasan karna dirumah ada mama dan papa, dimana gw bisa ngejailin mama, setiap hari makan masakan mama yang enak, pergi jalan2 ke pantai sama papa, berkebun dan belajar matematika bareng papa....

Sampai detik ini, rumah yang aku rindukan yang berdomisili di jayapura-lembah sunyi. Tempat dimana aku dibesarkan, belajar mengenai banyak hal disana, hanya tinggal sebuah bangunan kosong yang tak berpenghuni dan gelap.... tidak ada keramain lagi didalamnya... tidak ada suara nyanyian merdu mama yang setiap pagi terdengar...tidak ada lagi suara mesin mobil yang dinyalakan setiap pagi sama papa.... masihkah aku bisa berkata “there’s no place like home, aku pengen cepet-cepet pulang...”

Masihkah aku bisa berkata demikian, ketika aku melihat tidak ada lagi yang bisa ku ajak ngobrol, main, bahkan untuk minum teh....

Namun, saat aku ,mulai merenungkan hal ini...satu Pribadi yang lembut berbisik di telingaku...dan bercerita tentang banyak hal... Dia bilang :

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu. Di rumah Bapaku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat dimana Aku berada, kamu pun berada.”

Akupun tersenyum dan berkata pada Pribadi yang lembut itu ... bagaimana caranya supaya aku bisa sampai kerumah Bapa? Dan Ia menjawab :

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup,. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal BapaKu....”

Aku hanya terdiam dan menatap ke atas langit... dan berkata ... aku mau tinggal bersamaMu dan Bapa...

“marilah dan kamu akan melihatnya....”

Setelah itu, aku selalu bersama dengan Pribadi yang lembut itu... Ia mengajarku mengenai banyak hal... ketika aku mengikuti ajakanNya, maka akupun melihat suatu jalan yang indah... suatu jalan yang tidak mudah dilewati namun ketika aku berjalan bersama-sama dengan Dia, percaya pada Pribadinya yang menemani, menolong, bahkan menggenggam tanganku disetiap waktu...hingga, aku berhasil melewatinya.... sekalipun sesekali aku terjatuh,namun tanganNya selalu sigap menolong dan mengangkatku hingga mampu berdiri kembali, sering skali aku menangis...namun sesering itu pula tangannya menyeka air mataku...

Aku tidak pernah lupa... ketika dalam perjalanan menuju Rumah itu... aku tertidur, dan Ia sama sekali tidak meninggalkanku.. ditengah ketakutan dan kesedihan... Ia selalu memberikan pelukanNya yang hangat... pelukan.. ya.. aku ingat sewaktu papa ku masih ada, dia sering skali memeluk aku... namun sekarang, ketika papa udah tidak ada, aku kembali menemukan pelukan yang sama, bahkan lebih indah dan hangat dari pelukan papa....

Yaaa...itulah yang membuat pikiranku berubah mengenai sebuah rumah...

Bagiku saat ini, rumah yang sebenarnya adalah HatiNya... hati dari Pribadi yang slalu memperhatikan, menolong, dan menjagai hidupku...

Ya, Dialah Bapaku yang disorga... yang memberikan anakNya yang tunggal Yesus dan yang memberikan Roh Kudus sebagai penolong bagi smua manusia...

Walaupun saat ini... rumah tempat tinggalku dulu, sudah kosong dan tidak berpenghuni,... namun aku mendapati suatu Rumah yang lebih Indah dan tak akan pernah tergantikan...

HatiMu adalah rumahku... Rumah terindahh....

Bahkan aku bisa berkata “lebih baik satu hari dipelataranMu, dari pada seribu hari ditempat lain...”

Dan dengan begitu aku bisa berkata lagi “there’s no place like HOME” dan rumahku adalah hatiMu Bapa....

Ketika aku bersama-sama dengan Engkau...maka akupun menjadi tempat kediamanMu...so my heart Ur Home....Kau Bapaku dan aku anakMu. HatiMu adalah rumahku dan tubuhku adalah baitMu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar